SIMALUNGUN – Suasana tenang di Lingkungan Sipangan Bolon, Kelurahan Huta Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, mendadak berubah geger setelah warga menemukan sesosok jasad pria di aliran Bondar Sipangan Bolon, Rabu (11/2/2026) sekitar sore hari.
Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh Berton Saragi (61), seorang petani setempat, yang saat itu sedang beraktivitas di sekitar aliran bondar. Ia melihat tubuh seorang pria terbentang di aliran air yang tidak terlalu deras, lalu segera melaporkan temuan itu kepada warga dan pihak kepolisian.
Laporan darurat tersebut langsung diterima jajaran Polsek Tanah Jawa. Tanpa menunggu lama, Kapolsek Tanah Jawa bersama personel segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan cek TKP, mengamankan lokasi, serta mengumpulkan bahan keterangan awal dari para saksi di sekitar lokasi.
Identitas Korban dan Penanganan Awal di TKP
Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, korban diketahui bernama Chuanlyy Simanjuntak (35), laki-laki, beragama Protestan, berprofesi sebagai petani, dan berdomisili di Sipintu-pintu, Kelurahan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun.
Saat ditemukan, jasad korban masih berada di aliran bondar sebelum kemudian diangkat oleh warga dan diletakkan di pinggir lokasi untuk memudahkan proses identifikasi. Menyadari potensi unsur pidana dalam peristiwa tersebut, petugas langsung memasang garis polisi guna menjaga keutuhan TKP serta mencegah kontaminasi barang bukti.
Pihak kepolisian juga segera menghubungi Tim Identifikasi (Inafis) Sat Reskrim Polres Simalungun untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh dan profesional.
Pemeriksaan Forensik Ungkap Luka Mencurigakan
Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Herison Manullang, SH, menyampaikan bahwa Tim Inafis bekerja maksimal sejak laporan pertama diterima, mulai dari olah TKP, dokumentasi forensik, hingga proses autopsi.
“Tim Inafis kami bekerja maksimal sejak laporan masuk. Seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara profesional dan teliti untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya.
Dari pemeriksaan luar yang dilakukan di lokasi, tim forensik menemukan sejumlah luka mencurigakan di bagian kepala dan wajah korban. Luka tersebut diduga merupakan luka akibat benturan keras atau kekerasan sebelum korban meninggal dunia.
Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi serta menggali keterangan dari saksi-saksi terkait aktivitas terakhir korban. Informasi yang dihimpun menyebutkan korban sempat berada di sebuah warung tuak sebelum kejadian, dan sepeda motor miliknya ditemukan di lokasi berbeda dari titik penemuan jasad.
Hasil Autopsi: Korban Meninggal Akibat Trauma Tumpul
Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Djasamen Saragih guna dilakukan autopsi forensik.
Hasil pemeriksaan luar dan dalam mengungkap korban mengalami pendarahan di rongga kepala yang ditandai dengan adanya darah di dalam rongga kepala serta retakan pada tulang dasar tengkorak (fraktur basis cranii). Selain itu, ditemukan luka lecet antemortem hampir di seluruh wajah, luka robek di kepala bagian kiri, dahi kiri dan kanan, kelopak mata, serta pangkal hidung.
Sementara itu, luka lecet postmortem juga ditemukan di bagian tangan, kaki, dan punggung yang diduga terjadi setelah korban meninggal saat tubuhnya terbawa arus air di dalam bondar.
“Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal dunia akibat trauma tumpul yang menyebabkan pendarahan di rongga kepala hingga mengganggu sistem saraf pusat pernapasan dan berujung asfiksia,” jelas AKP Herison.
Kronologi Terungkap: Berawal dari Kesalahpahaman di Kafe
Dari hasil penyelidikan mendalam dan keterangan saksi, polisi berhasil menyusun kronologi peristiwa yang berujung pada kematian korban. Kejadian bermula pada Selasa malam (10/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, saat korban bersama seorang pria berinisial BS (42) dan seorang saksi pergi ke sebuah kafe di wilayah Pulo Bayu.
Di lokasi tersebut, mereka mengonsumsi tuak dan bir selama beberapa jam. Permasalahan muncul sekitar pukul 01.30 WIB dini hari ketika korban menanyakan kunci sepeda motornya kepada pelaku. Kesalahpahaman tersebut memicu emosi pelaku.
Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mengambil botol bir hitam dan memukul kepala bagian kiri korban hingga botol pecah dan korban mengalami luka serius. Meski sempat dilerai oleh saksi dan diminta pulang, korban tetap meninggalkan kafe dengan mengendarai sepeda motor dalam kondisi terluka dan diduga mulai kehilangan kesadaran.
Ditemukan Motor Rusak dan Korban Hilang
Pada Rabu pagi sekitar pukul 06.50 WIB, Unit Lantas Polsek Tanah Jawa menerima laporan adanya kecelakaan lalu lintas di Jalan Umum Huta III Pulo Bayu. Di lokasi, petugas menemukan sepeda motor Honda Revo warna hitam milik korban dalam kondisi rusak di pinggir jalan dekat parit, dengan bekas benturan di tebing tanah dan serpihan kendaraan.
Namun, korban tidak ditemukan di sekitar lokasi kecelakaan, sehingga petugas melakukan pencarian lanjutan di area sekitar hingga sore hari.
Sekitar pukul 16.00 WIB, warga akhirnya menemukan jasad korban di aliran Bondar Sipangan Bolon. Berdasarkan hasil autopsi, olah TKP, serta simulasi dari keterangan saksi, korban diduga setelah dipukul tetap mengendarai sepeda motor dalam kondisi tidak stabil, kemudian kehilangan kesadaran, terjatuh ke area pengairan sawah, dan tubuhnya terbawa arus hingga masuk ke aliran bondar.
Pelaku Diamankan, Motif Emosi Dipicu Salah Paham
Bertindak cepat, personel Polsek Tanah Jawa berhasil melacak dan mengamankan tersangka BS di kediamannya pada hari yang sama. Barang bukti yang diamankan berupa pecahan botol bir hitam yang diduga digunakan untuk memukul korban serta satu unit sepeda motor milik korban.
Kasus ini telah tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP-A/01/II/2026/Polsek Tanah Jawa tertanggal 11 Februari 2026. Saat ini tersangka telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menyebut motif sementara diduga karena emosi pelaku akibat kesalahpahaman terkait kunci sepeda motor korban.
Pihak kepolisian memastikan situasi di lokasi kejadian telah aman dan kondusif. Setelah seluruh rangkaian autopsi dan pemeriksaan forensik selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Penyebab kematian sudah terungkap dari hasil autopsi, namun penyidik masih terus mendalami motif dan rangkaian kejadian secara utuh. Penyelidikan akan dilakukan hingga tuntas,” tegas Kasat Reskrim Polres Simalungun. (Tim)














