JAKARTA – Suasana haru menyelimuti RSCM Polri, Jumat dini hari. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir di tengah duka keluarga Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online (ojol) yang tewas akibat terlindas Baracuda Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta. Kedatangan Kapolri menjadi simbol simpati mendalam dan tanggung jawab institusi atas kejadian tragis tersebut.

Bukan sekadar kunjungan formal, Kapolri hadir untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan menunjukkan bahwa Polri turut berduka atas kehilangan Affan, seorang tulang punggung keluarga yang menjadi korban.

Didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, kehadiran Kapolri menegaskan keseriusan Polri dalam menangani kasus ini secara transparan dan bertanggung jawab.

Dua perwakilan keluarga Affan hadir dengan membawa kesedihan dan harapan akan keadilan. Kapolri menyambut mereka dengan membungkuk hormat, gestur yang mencerminkan rasa duka mendalam.

Momen paling mengharukan terjadi saat Kapolri memeluk erat salah satu anggota keluarga Affan yang menangis terisak. Pelukan itu menjadi ungkapan penyesalan dan empati dari seluruh jajaran kepolisian. Dengan wajah sedih, Kapolri menepuk-nepuk punggung keluarga korban, seolah ingin berbagi beban duka yang mereka rasakan.

Usai memberikan pelukan, Kapolri menyalami anggota keluarga lainnya dan menyampaikan permohonan maaf dengan lirih, “Mohon maaf ya Pak.” Kata-kata ini mencerminkan rasa tanggung jawab moral atas tragedi yang menimpa Affan.

Pertemuan ini menjadi harapan bagi keluarga Affan agar kasus ini diusut tuntas dan keadilan ditegakkan. Mereka juga berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berkomitmen untuk menindak tegas oknum Brimob yang bersalah dan memberikan bantuan yang dibutuhkan keluarga Affan.

Kehadiran Kapolri di tengah keluarga Affan Kurniawan adalah langkah penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Dengan menunjukkan tanggung jawab dan komitmen terhadap keadilan, Polri berharap dapat memulihkan citra positifnya di mata publik. (Tim)