SIMALUNGUN – Polres Simalungun melalui Unit Gakkum Sat Lantas menegaskan imbauan keras kepada remaja dan pemuda untuk menghentikan aksi balap liar yang dinilai semakin meresahkan dan memicu meningkatnya kecelakaan lalu lintas di awal tahun 2026, bahkan menelan korban jiwa.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyampaikan bahwa data awal tahun menunjukkan peningkatan signifikan kecelakaan yang melibatkan pelaku balap liar. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar korban merupakan anak-anak muda.
“Unit Gakkum Polres Simalungun menghimbau agar remaja tidak melakukan balap liar. Ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi sudah banyak korban hingga meninggal dunia akibat aksi berbahaya ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk penindakan dan pencegahan, Unit Gakkum mengintensifkan razia dan patroli di sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi balap liar. Pada Minggu pagi (22/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, tim yang dipimpin Kanit Gakkum IPDA Yancen Hutabarat bersama personel Sat Lantas turun langsung ke kawasan Sawah Senja, Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas.

Dalam kegiatan tersebut, petugas membubarkan kerumunan anak muda yang terindikasi akan melakukan balap liar serta mengamankan empat unit sepeda motor. Personel juga disiagakan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas serupa yang kembali terjadi.

AKP Verry Purba menegaskan bahwa balap liar bukan hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Banyak kejadian berakhir tragis, di mana anak-anak muda kehilangan nyawa secara sia-sia di jalan raya.
“Ini bukan hanya soal melanggar hukum, tetapi tentang nyawa yang hilang, keluarga yang berduka, dan masa depan yang hancur karena balap liar,” ungkapnya dengan prihatin.

Polres Simalungun juga menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap aksi balap liar. Operasi penertiban, patroli rutin, dan pengamanan kendaraan akan terus dilakukan secara berkelanjutan di titik-titik rawan.

Selain menyasar pelaku, imbauan juga ditujukan kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya pada malam hari dan akhir pekan, yang kerap menjadi waktu rawan terjadinya balap liar. Komunikasi keluarga dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas berisiko.

Unit Gakkum turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan jika menemukan indikasi balap liar di lingkungan sekitar. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menekan angka kecelakaan serta menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif.

“Kepada anak-anak muda, kalian adalah masa depan. Jangan sia-siakan hidup hanya untuk balap liar. Sudah banyak korban, jangan sampai bertambah lagi,” tegas AKP Verry Purba.

Melalui imbauan ini, Polres Simalungun menegaskan komitmennya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memberantas balap liar. Pesan utamanya jelas: hentikan balap liar sekarang juga, karena keselamatan dan masa depan jauh lebih berharga daripada aksi berbahaya di jalan raya.

(Tim)