SIMALUNGUN – Setelah terbentuk belum lama ini, perusahaan perkebunan kelapa sawit negara, PalmCo, mulai melakukan beragam strategi penguatan. Ditangan Jatmiko Krisna santosa, perusahaan pun digadang bakal menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia, namun tetap memberikan manfaat pada masyarakat sekitar. Namun tujuan tersebut seakan hanya akan menjadi mimpi belaka, dimana hal tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh PTPN IV regional II Unit kebun SEI Kopas.
Hasil panen perkebunan kelapa sawit milik PTPN IV Unit Sei Kopas harusnya menjadi pendukung sehingga Palmco bisa tercapai sesuai dengan tujuan. Namun di perkebunan milik BUMN PTPN IV Medan Unit Sei Kopas brondolan seakan terbuang dan tidak berguna dimana di areal HGU PTPN IV Unit Sei Kopas tampak terlihat bahwa brondolan yang terjatuh pada area piringan dibiarkan begitu saja, selain itu brondolan yang berada di areal Tempat Penimbunan Hasil (TPH) juga tampak tidak diangkut sehingga brondolan akan banyak busuk, dan Palmco akan mengalami kerugian.
Salah seorang yang mengaku karyawan ketika ditemui disekitaran areal HGU tersebut yang tidak mau namanya disebut ketika ditanyai lokasi ” Disini areal afdeling VI (enam) bang kalau bloknya kurang tau saya, soalnya yang biasa ada ditulis di pohon sawit sekarang sudah jarang ada ditemukan, kalau didaerah ini tidak seberapa bang brondolan berserakan, coba abang lihat sebelah sana pasti lebih banyak lagi (serta menunjukkan lokasi) tapi nanti kalau dikutipin orang pasti ditangkap, padahal disini terbuangkan bang”. Ucapnya.
Brondolan adalah buah yang akan menghasilkan kualitas Crude Palm Oil (CPO) yang maksimal, apabila dalam kegiatan pemanenan tidak dilakukan pengutipan brondolan dengan benar di piringan, pasar pikul dan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) maka dapat menimbulkan sebuah kerugian seperti terjadinya losses.
Askep Rayon B Juliandi dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp terkait banyaknya brondolan yang tidak dikutip dan tidak diangkut diareal HGU perkebunan PTPN IV Unit SEI kopas ” Kita cek lokasi bang, Lihat jadwal pemel nya, Afdeling berapa itu bang, Bisa di tunjukkan ? Tulis askep memberikan jawaban konfirmasi.
Manager PTPN IV Unit SEI Kopas Andi sahatman purba coba dikonfirmasi terkait banyaknya brondolan yang terbuang di areal HGU sepertinya nomor kontak wartawan telah diblokir manager PTPN IV Unit SEI Kopas, seakan merasa bahwa video yang dikirimkan tidak benar askep Juliandi juga meminta awak media untuk menunjukkan lokasi tersebut ” bisa ditunjukkan bang ” tulis Juliandi dalam konfirmasi WhatsApp. Padahal itu adalah menandakan bahwa sebagai Askep di rayon dan merupakan penanggung jawab dalam Rayon tersebut harusnya mengetahui hal tersebut karena dilihat dari banyaknya brondolan yang mulai membusuk dan tumbuh menjadi tukulan sawit sepertinya askep jarang turun lapangan dan lebih menikmati ruang ber – AC.
Pemerhati perkebunan Siantar- Simalungun berinisial RG ditemui di sebuah warung kopi di sekitaran Kota Pematang Siantar merasa sangat terpukul dengan keadaan tersebut ” Kalau begitu terus pola kerja management PTPN IV regional II kebun Unit SEI Kopas bisa hancur lebur perusahaan BUMN yang dikomandoi Erick Thohir ini, para pemangku jabatan itu digaji oleh negara, masa bekerja saja tidak becus, apalagi kalau sempat dikutip masyarakat itu brondolan bisa jadi rumit urusannya, bisa ditangkap padahal brondolan diperkebunan itu terbuang.” Ucapnya dengan kesal.(A.S)
Editor Redaksi : A01











