Simalungun : Pada Jumat, 4 Juli 2025, sebuah sindikat pencurian Tandan Buah Segar (TBS) sawit berhasil digagalkan berkat kerja sama yang efektif antara petugas keamanan Perkebunan Bahjambi dan Marihat, PTPN 4 Kebun Marihat.

Tiga tersangka, berinisial FS, RB, dan S, yang merupakan supir vendor pengangkut TBS, berhasil diamankan. Modus operandi yang digunakan para pelaku cukup licik, yaitu memindahkan sebagian TBS dari truk pengangkut resmi ke truk lain.

Kejadian bermula sekitar pukul 21.00 WIB di akses masuk Jalan Titi Markam (Belendet), wilayah Kebun Bahjambi. Petugas Bawah Kendali Operasi (BKO) Bahjambi mendeteksi aktivitas mencurigakan berupa pemindahan TBS sawit.

Informasi ini segera dilaporkan ke KORKAM (Keamanan Perkebunan) Bahjambi yang kemudian melakukan pengecekan lapangan. Pengecekan tersebut memastikan bahwa TBS yang dipindahkan berasal dari truk pengangkut resmi Kebun Marihat.

Memahami seriusnya situasi, KORKAM Bahjambi langsung menghubungi KORKAM Marihat untuk koordinasi. Tim gabungan dari KORKAM Marihat dan BKO Marihat segera menuju lokasi kejadian.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan barang bukti berupa 34 tandan buah sawit (seberat 884 kg) dan 104 kg brondolan yang telah dipindahkan ke sebuah truk Mitsubishi Cold Diesel dengan nomor plat BM 8942 BD.

Rincian TBS yang berhasil diselamatkan terdiri dari 27 tandan dan 2 karung brondolan dari Afdeling 5, serta 7 tandan dan 2 karung brondolan dari Afdeling 4, Kebun Marihat.

Ketiga tersangka dan seluruh barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke kantor KORKAM untuk menjalani proses pemeriksaan. Setelah proses pemeriksaan selesai, para tersangka dan barang bukti kemudian diserahkan ke Polres Simalungun untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Bapak Julfan, perwakilan dari KORKAM Bahjambi, memberikan konfirmasi kepada awak media dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim BKO Bahjambi atas kecepatan dan ketelitiannya dalam mengungkap kasus ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Jun Tak dari KORKAM Marihat, yang selain membenarkan kejadian tersebut, juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh anggota keamanan perkebunan dalam menjalankan tugas.

Keberhasilan pengungkapan sindikat pencurian ini menjadi bukti nyata akan pentingnya koordinasi dan kerjasama yang solid antar petugas keamanan perkebunan dalam menjaga aset perusahaan.

Respon cepat dan tindakan yang tepat dari BKO dan KORKAM Bahjambi serta KORKAM Marihat berhasil mencegah kerugian yang lebih besar dan memberikan efek jera kepada para pelaku.

Proses hukum yang akan dijalani oleh para tersangka diharapkan dapat memberikan rasa keadilan dan menjadi pencegah bagi upaya pencurian serupa di masa mendatang.

Kasus ini juga menjadi contoh bagaimana kewaspadaan dan kerja sama yang efektif dapat menjaga keamanan dan integritas operasional perkebunan. (Rafik)

Editor Redaksi : Bamg Aziz