Polda Sumut Ungkap Modus Baru: Sindikat Narkoba Rekrut PMI sebagai Kurir. 


Medan, 19 Juni 2025 — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil membongkar modus baru sindikat narkoba internasional yang memanfaatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai kurir. Dalam pengungkapan yang melibatkan Direktorat Reserse Narkoba dan Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut ini, aparat berhasil menyita 7,5 kilogram sabu-sabu yang diselundupkan dari Malaysia melalui pelabuhan di Asahan.

Tiga tersangka diamankan dalam kasus ini, yakni satu PMI yang baru pertama kali terlibat, dan dua kurir lainnya yang telah berpengalaman menjalankan aksi serupa sebanyak tiga kali dengan total pengiriman sebelumnya mencapai 5 kilogram sabu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa PMI yang terlibat dijanjikan imbalan sebesar Rp40 juta hanya untuk membawa sabu hingga ke pelabuhan. Kondisi ini mencerminkan betapa rawannya para PMI dieksploitasi oleh sindikat narkoba karena tekanan ekonomi dan kurangnya pemahaman terhadap risiko hukum.

“Barang dibawa secara ilegal dari Malaysia melalui pelabuhan Asahan. Ini menunjukkan bagaimana sindikat memanfaatkan kerentanan PMI untuk mengelabui aparat dan menyelundupkan narkotika ke Indonesia,” ujar Kombes Calvijn.

Ketiga tersangka, yakni SAR, SOL, dan PAR, diduga berkoordinasi dengan seorang buronan (DPO) berinisial MUS, yang saat ini berada di Malaysia. Sabu tersebut direncanakan akan diedarkan di wilayah Madura.

Kombes Calvijn menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dua direktorat di bawah Polda Sumut, dan mencerminkan komitmen kuat kepolisian dalam memerangi jaringan narkotika internasional.

“Kami tak akan berhenti. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memutus rantai peredaran narkoba lintas negara,” tegasnya.

Pengungkapan ini juga memiliki dampak besar dari sisi penyelamatan jiwa. Berdasarkan estimasi, barang bukti sabu senilai Rp7,5 miliar tersebut berpotensi membahayakan sekitar 38.000 jiwa jika sempat beredar di masyarakat.

Kasus ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sindikat narkoba kini semakin canggih dan berani, dengan menyusup melalui jalur migrasi ilegal dan menjadikan PMI sebagai perantara.

Polda Sumut menegaskan bahwa mereka tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba, serta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang mencurigakan—khususnya bagi calon PMI yang berangkat ke luar negeri secara tidak resmi.


Editor Redaksi : A01