SIMALUNGUN – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional kembali ditegaskan. Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, SH, SIK, MM., turun langsung memimpin kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di Nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok, Sabtu (7/3/2026) sore.

Kegiatan yang digelar mulai pukul 15.00 WIB tersebut dilaksanakan secara virtual dan terpusat di wilayah Polda Sumatera Selatan, namun penanaman simbolis tetap dilakukan langsung di lahan pertanian setempat oleh Forkopimda Simalungun yang dipimpin Kapolres.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pimpinan Polri dalam mendukung program strategis nasional di sektor pangan.

“Kegiatan ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Surat Telegram Kapolri Nomor ST/459/III/Kep/2026 tentang Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026 dalam rangka mendukung swasembada pangan. Juga diperkuat dengan Surat Perintah Kapolres Simalungun Nomor Sprin/241/III/Kep/2026,” jelas AKP Verry Purba.

Kapolres: Ketahanan Pangan Bagian dari Ketahanan Nasional

Dalam sambutannya, Kapolres Simalungun menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu pertanian, melainkan bagian penting dari ketahanan nasional.

“Penanaman jagung serentak ini adalah wujud nyata komitmen Polri mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produksi jagung nasional. Ketahanan pangan adalah fondasi stabilitas negara yang harus kita jaga bersama,” tegas AKBP Marganda Aritonang.

Ia juga menekankan bahwa peran kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi turut hadir dalam mendorong produktivitas masyarakat, termasuk di sektor pertanian.

Kapolres bahkan memberikan arahan kepada seluruh jajaran agar aktif mendukung program swasembada pangan, baik melalui pengamanan distribusi, pendampingan, hingga pembinaan kepada para petani agar dapat bekerja secara aman dan maksimal.

Sinergi Forkopimda dan Stakeholder Solid

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan, di antaranya Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf. Gede Agus Dian Pringgana, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, Wakapolres Simalungun KOMPOL Imam Alriyuddin, para Kabag dan Kasat Polres Simalungun, jajaran Kapolsek, Camat Tapian Dolok, Camat Dolok Batunanggar, Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Bulog, BPS, serta perwakilan Kelompok Tani Sahabat Ternak.

Kehadiran lintas instansi ini menjadi simbol kuatnya sinergi dalam menyukseskan agenda nasional swasembada jagung.

“Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga kelompok tani adalah kunci keberhasilan program ini. Tanpa sinergi, target swasembada pangan sulit tercapai,” ujar AKP Verry Purba.

Apresiasi untuk Petani Jagung

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada para petani, khususnya Kelompok Tani Sahabat Ternak, atas dedikasi mereka menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Simalungun.

Kapolres menegaskan bahwa Polres Simalungun siap mendukung dan melindungi para petani agar dapat bekerja dengan tenang dan hasil panen meningkat.

Bukti Kepemimpinan yang Turun ke Lapangan

Kepemimpinan langsung Kapolres Simalungun dalam kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa Polri tidak hanya hadir dalam urusan keamanan, tetapi juga aktif mengambil peran dalam pembangunan nasional.

Dengan turun langsung ke lahan pertanian, Kapolres menunjukkan bahwa dukungan terhadap swasembada pangan bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata yang diwujudkan melalui aksi di lapangan.

Penanaman jagung serentak ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Simalungun dan berkontribusi terhadap tercapainya swasembada jagung nasional.

Polres Simalungun pun menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Simalungun yang sejahtera melalui ketahanan dan kemandirian pangan.

(Tim)