Simalungun – Sasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Pondok Parsulukan Tuan Guru Batak Serambi Babussalam di Nagori Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/2/2026). Lantunan doa, rasa syukur, serta semangat ibadah berpadu dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Rumah Tahfiz Qur’an H. Sugiat Santoso.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para undangan. Kehadiran para pemimpin daerah tersebut menjadi wujud dukungan nyata terhadap ikhtiar menegakkan syiar Islam melalui pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Simalungun.

Pimpinan Pondok Pesantren Tuan Guru Batak Serambi Babussalam, Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, membuka acara dengan ungkapan hamdalah dan doa kepada Allah SWT. Dalam tausiyah singkatnya, TGB menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, atas niat tulus dan keikhlasannya membangun Rumah Tahfiz Qur’an.

“Rumah Tahfiz ini insyaallah menjadi ladang amal jariyah. Dari tempat ini akan lahir generasi pecinta Al-Qur’an, penghafal kalam Ilahi yang bukan hanya kuat hafalannya, tetapi juga mulia akhlaknya, kokoh imannya, serta membawa maslahat bagi umat dan bangsa,” ujar TGB dengan penuh keyakinan.

Dalam sambutannya, H. Sugiat Santoso menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Tahfiz Qur’an ini merupakan bentuk ikhtiar ruhani dan pengabdian kepada Allah SWT. Menurutnya, infak dan amal jariyah adalah cara manusia “berniaga” dengan Tuhan, sebagaimana janji Allah dalam Al-Qur’an bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan dibalas berlipat ganda.

“Mudah-mudahan Rumah Tahfiz ini menjadi wasilah turunnya rahmat Allah, penolak bala, penenang jiwa masyarakat, serta menjadi bagian kecil dari bangunan peradaban Islam yang membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi daerah ini,” ungkapnya.

Dengan suara yang sarat keharuan, Sugiat juga memanjatkan doa agar pahala dari pembangunan Rumah Tahfiz Qur’an tersebut mengalir tanpa putus kepada kedua orang tuanya yang telah wafat, serta menjadi sebab dipertemukannya kembali keluarga dalam ridha dan kasih sayang Allah SWT di akhirat kelak.

Sementara itu, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan Rumah Tahfiz Qur’an bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan ikhtiar menanam amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir.

“Ketika hubungan kita dengan Allah SWT terjaga, maka persaudaraan dan silaturahmi di antara sesama akan semakin kuat. Acara ini bukan hanya peletakan batu pertama, tetapi peletakan niat suci dan doa yang insyaallah menjadi keberkahan bagi Simalungun,” tutur Bupati.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada H. Sugiat Santoso yang telah memilih Kabupaten Simalungun sebagai tempat berdirinya Rumah Tahfiz Qur’an. Ia berharap, dari tempat inilah akan lahir para hafiz dan hafizah Al-Qur’an yang menjadi penjaga nilai-nilai ilahiah dan penerang kehidupan masyarakat.

“Tidak semua orang yang diberi kelapangan rezeki mau menginfakkannya di jalan Allah. Apa yang dilakukan Bapak H. Sugiat Santoso ini adalah amal yang sangat mulia. Insyaallah pahalanya mengalir dari dunia hingga ke akhirat,” pungkas Bupati dengan penuh keyakinan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun, Ketua MUI Kabupaten Simalungun H. Ki Dardjat Purba, serta para tamu undangan yang bersama-sama memanjatkan doa demi kelancaran pembangunan Rumah Tahfiz Qur’an tersebut.

Prosesi peletakan batu pertama oleh Bupati Simalungun menjadi penutup rangkaian acara, sekaligus penanda dimulainya pembangunan Rumah Tahfiz Qur’an yang diharapkan menjadi pusat cahaya Al-Qur’an, sumber keberkahan, dan warisan amal jariyah bagi generasi kini dan mendatang di Kabupaten Simalungun.


Jaenal Fajry