MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumatera Utara periode 2026–2031. Kehadiran orang nomor satu di Sumatera Utara tersebut menjadi penegasan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam sambutannya, Bobby Nasution menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa AMPI menjadi organisasi kepemudaan yang semakin solid, adaptif, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut Bobby, tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat perubahan.
Karena itu, ia menitipkan tiga pesan utama kepada seluruh kader AMPI, yakni jaya, kompak, dan kolaboratif. Ketiga nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar organisasi mampu menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Sumatera Utara.
“Jaya, kompak, dan kolaboratif. Tiga harapan kita bersama untuk Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia. Selamat atas pelantikan DPD AMPI Sumatera Utara periode 2026–2031,” ujar Bobby di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan. Ia berharap AMPI tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai motor penggerak perubahan.
Bobby menilai kader-kader muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen edukasi, pelopor inovasi, sekaligus penggerak pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selain mendukung pembangunan, Bobby juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan keamanan yang masih menjadi tantangan di Sumatera Utara. Ia mengajak seluruh kader AMPI untuk ikut mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif melalui edukasi serta keterlibatan aktif di tengah masyarakat.
“Kami berharap AMPI konsisten terlibat aktif dan berkolaborasi dalam menyukseskan program-program pembangunan Sumatera Utara. Khususnya dalam upaya bersama memerangi narkoba, begal, dan kriminalitas,” tegasnya.
Menurut Bobby, pemberantasan narkoba dan berbagai bentuk kejahatan jalanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Dibutuhkan kepedulian seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat pengawasan sosial, dan mendorong generasi muda menjauhi perilaku menyimpang.
Pelantikan DPD AMPI Sumatera Utara periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum lahirnya kepengurusan yang mampu menghadirkan program-program inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, AMPI diharapkan semakin memperkuat eksistensinya sebagai organisasi kepemudaan yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Sumatera Utara yang maju, aman, berdaya saing, dan sejahtera.

Semangat kolaborasi yang digaungkan dalam pelantikan tersebut menjadi pesan bahwa pembangunan hanya dapat berhasil apabila seluruh elemen bangsa bergerak bersama. Pemerintah, organisasi kepemudaan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus saling bersinergi untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus mewujudkan cita-cita Sumatera Utara yang lebih baik di masa depan.
(Tim)













