SIMALUNGUN – Pemilihan Rektor Universitas Simalungun (USI) periode 2026–2030 diharapkan tidak terjebak pada politik identitas yang mengedepankan latar belakang suku, ras, maupun agama (SARA).

Mantan Ketua DPRD Simalungun sekaligus tokoh masyarakat, Syahmidun Saragih, mengingatkan agar proses suksesi pimpinan USI benar-benar menempatkan kapasitas, rekam jejak, integritas, visi, misi, serta gagasan para kandidat sebagai pertimbangan utama.

Menurutnya, perguruan tinggi membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan dan komitmen untuk membawa institusi pendidikan tersebut menghadapi tantangan ke depan.

“Siapa pun yang punya visi, misi, komitmen, dan kemampuan untuk membawa Universitas Simalungun maju, patut kita dukung bersama. Yang wajib dinilai itu kapasitas, integritas, dan gagasan nyatanya, bukan hal lain,” ujar Syahmidun, Kamis (8/10/2026).

Ia menilai, menjadikan latar belakang primordial sebagai parameter utama dalam menentukan pilihan berpotensi menggeser fokus dari substansi kepemimpinan dan kebutuhan pengembangan perguruan tinggi.

Karena itu, kata Syahmidun, seluruh kandidat semestinya dilihat dari kemampuan mereka menjawab berbagai persoalan dan tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

“Pertimbangan harus betul-betul difokuskan pada kemampuan calon dalam menjawab tantangan dunia perguruan tinggi saat ini,” tegasnya.

Syahmidun juga mengingatkan sivitas akademika dan panitia pemilihan agar menjaga proses pemilihan tetap transparan dan objektif. Menurutnya, setiap kandidat harus memperoleh ruang yang adil untuk menyampaikan visi, misi, serta program yang ditawarkan kepada Universitas Simalungun.

Ia menegaskan, kepentingan universitas harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan lainnya.

“Sudah saatnya kepentingan Universitas Simalungun ditaruh di atas kepentingan kelompok. Siapa pun yang nanti terpilih, harus kita dukung penuh untuk mengeksekusi program perbaikan universitas,” ucapnya.

Lebih lanjut, Syahmidun menilai tantangan perguruan tinggi ke depan tidak semakin sederhana. USI membutuhkan kepemimpinan yang mampu mendorong peningkatan mutu akademik, memperbaiki tata kelola, memperkuat kegiatan penelitian dan riset, serta memperluas jejaring kemitraan strategis.

Menurutnya, proses pemilihan rektor bukan sekadar menentukan siapa yang akan menduduki jabatan, tetapi juga menentukan arah perjalanan Universitas Simalungun dalam beberapa tahun ke depan.

Adapun tiga bakal calon Rektor USI periode 2026–2030 yakni Dr. Ade Kurnia H., M.T., Prof. Dr. Sarintan Damanik, M.Si., dan Dr. Rohdearniwati Sipayung, M.Hum.

[Tim/Red]