SIMALUNGUN — Perayaan Natal Bersama Boru Bere Parna yang dilaksanakan di Gereja Katolik Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Tanah Duhan, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu, 27 Desember 2025, berlangsung penuh makna dan sarat nilai kemanusiaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum perayaan iman dan kebersamaan keluarga besar Boru Bere Parna, tetapi juga menegaskan kuatnya sinergi antara tokoh masyarakat, pemimpin daerah, dan komunitas adat dalam merawat nilai-nilai kasih dan kepedulian sosial.
Dukungan moril dan materil terhadap kegiatan tersebut datang dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Jefra H. Manurung, SH, yang turut memberikan perhatian serius terhadap terselenggaranya perayaan Natal ini. Bentuk dukungan tersebut tampak nyata melalui pengiriman bunga papan ucapan Natal yang terpasang di halaman Gereja Katolik Nagori Bosar Nauli, sebagai simbol kehadiran, kepedulian, dan dukungan moral dari pimpinan lembaga legislatif daerah kepada umat dan keluarga besar Boru Bere Parna.
Kehadiran dukungan tersebut menjadi penanda bahwa perayaan keagamaan bukan hanya menjadi urusan internal umat, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial yang perlu mendapat perhatian dan dukungan dari para pemangku kebijakan. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen Wakil Ketua DPRD Simalungun dalam menjaga harmoni, toleransi, serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Perayaan Natal Boru Bere Parna tahun ini diselenggarakan secara khidmat melalui rangkaian ibadah yang mengajak umat untuk merefleksikan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai sumber terang, harapan, dan kasih bagi sesama. Suasana ibadah berlangsung penuh kekhusyukan, diwarnai doa dan pujian yang menguatkan iman serta mempererat ikatan persaudaraan di antara keluarga besar Boru Bere Parna dan jemaat yang hadir.
Lebih dari sekadar perayaan spiritual, kegiatan Natal ini juga dirangkai dengan aksi sosial berupa kegiatan amal dan santunan bagi anak-anak yatim. Kegiatan tersebut menjadi wujud konkret dari nilai kasih yang diajarkan dalam perayaan Natal, sekaligus jawaban atas panggilan moral untuk hadir dan berbagi dengan mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Di balik terlaksananya kegiatan bakti sosial tersebut, Pimpinan Redaksi Sinar Global News, Susilo Admaja Purba, tampil sebagai motor penggerak utama. Dengan kepedulian yang konsisten, ia mendorong agar momentum Natal Boru Bere Parna dimanfaatkan sebagai ruang berbagi dan penguatan solidaritas sosial, khususnya bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan uluran kasih.
“Natal bukan hanya tentang perayaan dan seremoni, tetapi tentang bagaimana kasih itu diwujudkan dalam tindakan nyata. Anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama, dan melalui Natal ini kita ingin menghadirkan harapan bagi mereka,” ujar Susilo Admaja Purba di sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan amal yang dirangkai dalam perayaan keagamaan harus menjadi tradisi yang terus dirawat, agar gereja dan komunitas adat tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga pusat penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Momen penyerahan bantuan kepada anak-anak yatim berlangsung penuh haru. Senyum tulus dan mata berbinar anak-anak tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perhatian dan kasih yang diberikan mampu menghadirkan kebahagiaan serta menumbuhkan harapan baru di tengah keterbatasan yang mereka alami.
Perayaan Natal Bersama Boru Bere Parna ini pun mendapat apresiasi dari para tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang hadir. Mereka menilai bahwa dukungan dari Wakil Ketua DPRD Simalungun, dipadukan dengan kepedulian sosial yang digerakkan oleh komunitas dan insan pers, menjadi contoh baik sinergi antara kepemimpinan daerah dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadaban.
Melalui perayaan Natal Boru Bere Parna tahun 2025 ini, diharapkan semangat iman, kebersamaan, dan kepedulian sosial terus tumbuh dan berkelanjutan, tidak hanya pada momentum Natal, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Natal di Nagori Bosar Nauli pun kembali menegaskan bahwa kasih sejati tidak berhenti pada kata-kata dan simbol, melainkan hadir dalam dukungan nyata, perhatian tulus, dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan.
(Tim Red)











