SERDANG BEDAGAI — Maraknya dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah perkebunan kembali mendapat perhatian. Salah seorang pemerhati hukum, Alvin, meminta Direktur Utama PTPN IV untuk mengevaluasi kinerja Manager PTPN IV Regional I Kebun Manako, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai.

Permintaan tersebut disampaikan Alvin pada Senin (21/9/2026). Ia menilai persoalan keamanan perkebunan, termasuk dugaan maraknya pencurian TBS, perlu menjadi perhatian serius manajemen perusahaan.

Menurut Alvin, pencurian TBS merupakan persoalan hukum yang harus ditangani secara serius melalui langkah pencegahan, pengawasan, serta koordinasi antara pihak perkebunan, aparat penegak hukum, dan masyarakat sekitar.

Ia menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap pola kepemimpinan dan pengelolaan di Kebun Manako, khususnya dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta pemerintah desa setempat.

“Diduga ada kegagalan dalam memimpin wilayah tersebut, di mana tempat tersebut marak terjadi pencurian buah tandan sawit. Selain itu, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat dan diduga kurang harmonisnya hubungan dengan pemerintah desa setempat juga perlu menjadi perhatian,” ujar Alvin.

Alvin juga berharap Direktur Utama PTPN IV, Jatmiko K. Santosa, dapat mengambil langkah evaluasi secara arif dan bijaksana terhadap jajaran manajemen Kebun Manako.

“Saya berharap kepada Direktur Utama PTPN IV, Jatmiko K. Santosa, untuk bersikap arif dan bijaksana dalam mengevaluasi manager perkebunan di Kebun Manako, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai,” katanya.

Lebih lanjut, Alvin berharap evaluasi terhadap jajaran Kebun Manako dapat menjadi langkah perbaikan untuk mencegah terulangnya dugaan pencurian TBS di wilayah perkebunan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan dan komunikasi yang baik antara pihak perkebunan dengan pemerintah desa serta masyarakat sekitar.

“Besar harapan kami kepada Dirut PTPN IV untuk mengevaluasi jajaran Kebun Manako agar persoalan dugaan pencurian TBS tidak terus terjadi serta hubungan dengan pemerintah desa setempat dapat semakin diperkuat,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak manajemen PTPN IV Regional I Kebun Manako terkait pernyataan dan permintaan evaluasi tersebut.

(Tim/Red)