SIMALUNGUN – Bendungan pertanian yang rusak hampir 4 tahun di Desa Nagori Seimerbau Huta IV kecamatan ujung Padang kabupaten Simalungun belum kunjung diperbaiki, imbasnya ratusan hektar sawah warga terancam bakal tidak tanam padi lagi,
Bendungan jebol sekitar 4 tahun yang lalu saat banjir besar menimpa, kini warga hanya bisa bergotong royong setiap mau turun sawah dan hanya menggunakan tumpukan karung goni plastik yang diisi dengan tanah sebagai penahan debit air, sambil menunggu/ harapan tanggapan dari pemerintah,
Guntur Huta barat selaku gamot Huta IV berharap kepada pemerintah, khususnya dinas PUPR agar memperhatikan dan memprioritaskan perbaikan bendungan di desa kami ini, karna dengan bertani padi inilah satu satunya mata pencarian kami di kampung kami ini, saya sangat kasihan melihat warga saya ini, setiap musim tanam kami trus bergotong royong dengan menggunakan karung goni plastik, itupun tak bertahan lama, semua turun bergotong royong, tak pandang bulu, mulai dari remaja, bapak bapak orang tua/ kaum ibu terpaksa ikut bergotong royong, kasian, kadang saya tidak tegah melihatnya, tapi apalah daya, padahal kami sudah bolak balik mengajukan permohonan kepada pemerintah kabupaten Simalungun supaya bendungan kami ini diperbaiki, tapi tampaknya pemerintah kabupaten Simalungun tidak memperdulikan jeritan petani, khususnya kami yang tinggal di kecamatan ujung Padang ini, besar harapan kami, kepada bupati Simalungun bapak Radiapoh Hasiholan Sinaga supaya mendengarkan keluhan kami, ujarnya Rabu(24/7/2024)
Hal senada juga di ungkapkan Giman selaku PSDA kecamatan ujung Padang, pengajuan sudah bolak balik kita buat, harapan pemerintah segera memperbaiki bendungan kita ini secepatnya agar warga bisa normal kembali menanam padi. ( TS)
Editor Redaksi : A01









