SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun memperkuat komunikasi dan sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun. Sejumlah agenda strategis keumatan, mulai dari persiapan Hari Santri Nasional hingga pengukuhan kepengurusan MUI, menjadi pembahasan dalam pertemuan antara pemerintah daerah dan jajaran ulama.
Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, menerima kunjungan silaturahmi pengurus MUI Kabupaten Simalungun di Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Senin (5/10/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat komunikasi antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Ketua MUI Kabupaten Simalungun, Ustadz H. Ikhwanuddin Nasution, Lc., MM, mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara ulama dan pemerintah sekaligus menyatukan langkah dalam menjalankan berbagai program keumatan.
“Silaturahmi ini merupakan bagian dari komunikasi dan sinergi antara ulama dan umara. Kita membahas sejumlah agenda penting, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan di Kabupaten Simalungun,” ujarnya.
Hari Santri Jadi Agenda Penting
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah persiapan Peringatan Hari Santri Nasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Kegiatan tersebut direncanakan dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Simalungun. Momentum Hari Santri diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang memperkuat peran santri, ulama, serta lembaga keagamaan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Selain Hari Santri, pemerintah daerah bersama MUI juga membahas persiapan pengukuhan Pengurus MUI Kabupaten Simalungun.
Pengukuhan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari penguatan kelembagaan MUI sehingga dapat menjalankan fungsi pembinaan umat, memberikan kontribusi pemikiran keagamaan, serta ikut menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Bupati: Pemerintah Tidak Bisa Berjalan Sendiri
Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menyambut baik kunjungan jajaran MUI tersebut. Ia menyampaikan apresiasi terhadap peran ulama dalam membina umat, menjaga kerukunan, sekaligus memperkuat nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah masyarakat.
Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Dukungan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan berjalan seiring dengan pembentukan karakter masyarakat.
“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Peran ulama sangat penting dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat, menjaga persatuan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan moral,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Simalungun akan terus membangun komunikasi dan sinergi bersama para ulama serta seluruh tokoh agama.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang semakin religius, harmonis dan berkarakter, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas sosial yang menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.
Bupati juga berharap berbagai agenda keagamaan yang akan dilaksanakan dapat menjadi momentum mempererat ukhuwah, kebersamaan dan semangat gotong royong, sehingga nilai-nilai keagamaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi turut diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Simalungun, Puji Rahmad Harahap, serta jajaran pengurus MUI Kabupaten Simalungun. (JF)










