LANGKAT – Setelah menelan tiga korban jiwa, ruas jalan yang terputus akibat abrasi Sungai Batang Serangan di Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, akhirnya dipasangi rambu dan penerangan.
Langkah tersebut dilakukan setelah sebuah mobil Toyota All New Avanza BK 1821 AGI yang membawa tujuh wisatawan asal Kota Medan terjun ke aliran sungai di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Langkat, Arie Ramadhany, membenarkan pemasangan rambu dan penerangan di lokasi.
“Sudah kami pasang rambu dan penerangan,” ujar Arie saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/9/2026).
Namun, Arie menegaskan bahwa ruas jalan yang terputus tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
“Itu jalan provinsi,” katanya singkat.
Ia mengimbau pengguna jalan agar tidak lengah saat melintas di kawasan tersebut, terutama pada malam hari. Saat ini, perbaikan ruas jalan yang terputus akibat abrasi masih berlangsung.
“Saat ini memang lagi ada perbaikan jalan yang terputus akibat abrasi. Sementara masyarakat menggunakan jalan alternatif melewati kebun sawit,” ujar Arie.
Ruas jalan tersebut merupakan akses menuju kawasan Ekowisata Tangkahan. Sebelum dipasangi penerangan, kondisi lokasi yang minim pencahayaan membuat badan jalan yang terputus sulit terlihat, terutama saat malam dan ketika hujan turun.
Petaka terjadi ketika mobil Toyota All New Avanza yang dikemudikan Ismail Sani (40) melaju dari arah Tangkahan menuju Padang Tualang. Mobil tersebut membawa enam penumpang.
Diduga, pengemudi tidak mengetahui bahwa badan jalan di lokasi telah terputus. Mobil kemudian terjun bebas ke Sungai Batang Serangan.
Tiga orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
Ketiga korban meninggal dunia yakni Adit (20), Egi (18), dan Hasbi (25). Seluruh korban diketahui merupakan warga Kota Medan.
Sementara pengemudi Ismail Sani (40), M Iqbal Al-Fahri (26), dan Johan Tantawi (32) mengalami luka ringan. Sedangkan Nadin (18) mengalami luka berat dan mendapat penanganan medis.
Kini, rambu dan penerangan telah dipasang di lokasi. Namun, hingga perbaikan jalan rampung, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati karena akses utama masih terputus dan kendaraan harus menggunakan jalur alternatif melalui perkebunan sawit.
Wartawan Langkat : Amir Hasan










