Simalungun, — Tak butuh waktu lama. Begitu laporan pengaduan masyarakat (dumas) masuk, jajaran Polres Simalungun langsung bergerak. Jumat (03/04/2026) malam, rumah seorang pria berinisial T.L di Kampung Korem, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, digedor dan digeledah aparat gabungan.

Operasi cepat yang dimulai sekira pukul 18.30 WIB ini menjadi bukti tegas: tidak ada ruang aman bagi dugaan peredaran narkoba di Simalungun.

Kasi Humas Polres Simalungun, Verry Purba, memastikan langkah ini merupakan respons langsung atas laporan warga yang masuk melalui Polda Sumut.

“Begitu laporan diterima, malam itu juga tim kami turun. Tidak ada yang kami tunda. Setiap dumas pasti kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Operasi ini melibatkan tim gabungan dari Satres Narkoba dan Unit Reskrim Polsek Tanah Jawa. Dipimpin langsung oleh IPDA Fritsel Sitohang dan IPDA Alek Sidabutar, penggeledahan dilakukan secara menyeluruh hingga ke sudut rumah.

Langkah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya serius membongkar jaringan narkotika yang diduga beroperasi di wilayah tersebut.

Penggeledahan dilakukan secara transparan, disaksikan langsung oleh Pangulu Nagori Mekar Bahalat dan keluarga terduga. Pendekatan ini menunjukkan bahwa tindakan tegas tetap berjalan beriringan dengan prinsip humanis dan akuntabel.

Namun hasilnya, nihil.

Tidak ditemukan barang bukti narkotika. Sementara T.L, sosok yang dilaporkan, juga tidak berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung.

Meski penggeledahan belum membuahkan hasil, aparat memastikan perkara tidak berhenti di sini.

“Belum ditemukan bukan berarti selesai. Penyelidikan tetap berjalan. Kami akan kejar sampai tuntas,” tegas Verry Purba.

Langkah cepat ini sekaligus menjadi sinyal keras bagi para pelaku narkoba:
Simalungun bukan tempat aman untuk bersembunyi.

Polres Simalungun memastikan akan terus memburu setiap informasi, memperkuat koordinasi dengan masyarakat, dan menindak tegas setiap bentuk peredaran narkotika.


Tim