SIMALUNGUN – Satu tahun kepemimpinan bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi langkah dan memperkuat komitmen membangun daerah. Semangat inilah yang terlihat dalam pertemuan silaturahmi dan musyawarah yang digelar Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, bersama berbagai elemen masyarakat, Jumat (9/10/2026).
Bertempat di Ruang Harungguan Tuan Rondahaim, Kantor Camat Dolok Batu Nanggar, pertemuan tersebut mempertemukan pemerintah kecamatan, anggota DPRD, unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk membicarakan masa depan Dolok Batu Nanggar.
Namun, pertemuan itu bukan hanya tentang mempererat hubungan. Sejumlah persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat turut mengemuka, mulai dari penanganan banjir di kawasan Pasar Bawah Serbelawan, pemanfaatan pasar relokasi, penataan tribun, hingga perbaikan Wisma Karya Serbelawan.
Banjir Menuntut Kerja Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Persoalan banjir menjadi salah satu perhatian yang membutuhkan koordinasi dan tindak lanjut. Gagasan normalisasi Sungai Bah Sikkam pun mengemuka sebagai salah satu upaya yang diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir.
Penanganan persoalan tersebut tentu membutuhkan kerja sama berbagai pihak, perencanaan yang matang, serta kejelasan langkah sesuai kewenangan masing-masing. Semangat gotong royong masyarakat menjadi salah satu modal penting, tetapi harus berjalan seiring dengan upaya teknis dan dukungan pemerintah terkait.
Di sisi lain, persoalan pasar relokasi, tribun, dan Wisma Karya Serbelawan juga memerlukan perhatian agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Siti Aminah Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Daerah
Dalam sambutannya, Siti Aminah Siregar mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan dan mendukung program pembangunan. Sebagai putri asli Dolok Batu Nanggar, ia menyampaikan keinginannya untuk bersama-sama membawa kecamatan tersebut menuju perubahan yang lebih baik.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung visi dan misi Bupati Simalungun melalui semangat “Dengan Semangat Baru Menuju Simalungun Maju.”
Menurutnya, kemajuan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat, komunikasi yang terbuka, dan kolaborasi lintas elemen menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Karnali Saragih dan Organisasi Kepemudaan Siap Bersinergi
Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Karnali Saragih, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar yang membuka ruang silaturahmi dan musyawarah bersama masyarakat.
Ia menyatakan kesiapan untuk bekerja sama mendukung program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan daerah. Ia juga mengajak organisasi kepemudaan dan seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan serta mengedepankan semangat kebersamaan.
Senada dengan itu, Ketua PAC Pemuda Pancasila Dolok Batu Nanggar, Herman Evana Saragih, yang akrab disapa Untung, menyatakan kesiapan pihaknya bersama organisasi kepemudaan untuk mendukung kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia turut mendorong tumbuhnya kembali semangat gotong royong, termasuk dalam upaya penanganan persoalan lingkungan dan pengurangan risiko banjir.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kapolsek Serbelawan IPTU Rido V. Pakpahan, perwakilan Danramil 05/SBL, anggota DPRD Kabupaten Simalungun dari Partai Gelora, Lurah Serbelawan Lasma Damanik, serta perwakilan Karang Taruna, IPK, Pemuda Pancasila, GRIB, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Ujian Sesungguhnya Ada pada Tindak Lanjut
Silaturahmi dan musyawarah ini diharapkan menjadi awal dari koordinasi yang lebih konkret. Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga kepastian bahwa persoalan yang dibahas mendapat perhatian dan tindak lanjut.
Penanganan banjir, pemanfaatan fasilitas umum, serta penataan kawasan Serbelawan membutuhkan langkah yang terukur dan kerja sama berkelanjutan. Hasilnya tentu tidak bisa dicapai dalam satu pertemuan, tetapi komitmen yang dibangun perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga agar semangat kebersamaan tersebut tidak berhenti di ruang musyawarah. Dengan komunikasi yang terbuka, pembagian tanggung jawab yang jelas, dan keterlibatan masyarakat, pembangunan Dolok Batu Nanggar diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan menjawab kebutuhan warganya.
Redaksi: JF










