SIMALUNGUN – Hubungan kekeluargaan dan semangat merawat kerukunan kembali terjalin dalam silaturahmi Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., bersama istri dan rombongan ke Pondok Persulukan Tuan Guru Batak, Serambi Babussalam, Kabupaten Simalungun, Jumat (9/10/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Tuan Guru Batak, Syekh Ahmad Sabban Elrahmany Rajagukguk, M.A. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang dialog mengenai pembangunan daerah, kemajuan ekonomi, serta pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan biasa. Wesly Silalahi diketahui telah beberapa kali berkunjung ke Persulukan Serambi Babussalam, bahkan sebelum menjabat sebagai Wali Kota Pematangsiantar. Kedekatan tersebut menjadi gambaran hubungan yang terjalin melalui persaudaraan dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Bahas Pembangunan dan Masa Depan Kota Toleran

Dalam pertemuan tersebut, Wesly Silalahi dan Tuan Guru Batak terlibat dalam perbincangan serius namun santai. Sejumlah hal strategis dibahas, terutama upaya memajukan Kota Pematangsiantar, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta merawat toleransi sebagai bagian penting dari identitas kota.

Bagi Pematangsiantar, keberagaman bukan sekadar kenyataan sosial, melainkan modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghormati.

Semangat tersebut sejalan dengan upaya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keharmonisan sosial.

Tuan Guru Batak dan Persulukan Serambi Babussalam dipandang memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai kerukunan dan kemanusiaan yang melampaui batas perbedaan, sekaligus menjadi bagian dari khazanah kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.

Dukung Haul ke-17 Tuan Guru Batak

Dalam kesempatan itu, Wesly Silalahi bersama istri turut menyampaikan ucapan tahniah, penghormatan, serta dukungan terhadap rangkaian kegiatan Haul ke-17 Tuan Guru Batak, Syekh Abdurrahman Rajagukguk Q.S., Doa Keselamatan Bangsa, dan peresmian Rumah Tahfiz Qur’an Haji Sugiat Santoso.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 mendatang.

Dukungan itu menjadi bagian dari jalinan silaturahmi yang tidak hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan persatuan bangsa.

Doa untuk Kemajuan Pematangsiantar

Pada kesempatan yang sama, Tuan Guru Batak mendoakan agar Wali Kota Wesly Silalahi senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, serta kemampuan untuk melahirkan terobosan-terobosan strategis bagi kemajuan daerah.

Doa tersebut juga mencakup harapan agar pembangunan ekonomi dapat terus berkembang tanpa meninggalkan kearifan lokal, kemajemukan, serta karakter masyarakat Pematangsiantar yang menjunjung tinggi toleransi.

Bagi Tuan Guru Batak, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kemajuan juga tercermin dari kemampuan masyarakatnya menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan hidup berdampingan secara damai.

Silaturahmi ini pun menjadi pengingat bahwa merawat toleransi membutuhkan komitmen bersama, baik dari pemerintah, tokoh agama, maupun masyarakat.

Di tengah keberagaman, persaudaraan menjadi jembatan. Di tengah pembangunan, kemanusiaan tetap harus menjadi landasan.

Semoga Kota Pematangsiantar terus tumbuh sebagai kota yang maju, harmonis, dan mampu menjaga keindahan keberagaman sebagai kekuatan bersama.

Tim Redaksi Media ANEWS-Chanel