SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun mulai memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus Influenza A Subklade H3N2. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah Simalungun, pemerintah daerah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, deteksi dini, dan edukasi kesehatan untuk melindungi masyarakat.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Promosi Kesehatan yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Senin (12/10/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, S.I.P., M.Si., mewakili Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih. Turut hadir Asisten Pemerintahan Albert R. Saragih dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Simalungun, dr. Debora Haloho.

Koordinasi ini merupakan tindak lanjut informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai peningkatan tren kasus Influenza A Subklade H3N2 di kawasan Asia Tenggara. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapan lintas sektor sebelum munculnya kasus di masyarakat.

“Meskipun saat ini belum ada kasus di Kabupaten Simalungun, kesiapsiagaan harus tetap dioptimalkan. Penyakit ini dapat dicegah melalui upaya kolektif dan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” tegas Mixnon Andreas Simamora.

Dalam kegiatan tersebut, dua dokter spesialis dari RS Efarina, yakni dr. Ade Baswin, Sp.PD., FINASIM., dan dr. Meviliani Sinaga, M.Ked., Sp.A., memberikan pemaparan mengenai pemeriksaan kesehatan, gejala penyakit, serta langkah pencegahan penularan.

Dr. Ade Baswin menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup. Ia menyarankan masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) secara rutin, termasuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, profil lemak, darah, dan urine sesuai kebutuhan medis.

“Sehat itu adalah investasi, bukan sekadar harapan. Hasil pemeriksaan juga perlu ditindaklanjuti untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Meviliani Sinaga menjelaskan gejala, penyebab, dan langkah pencegahan Influenza A Subklade H3N2. Edukasi tersebut diharapkan membantu masyarakat mengenali gejala gangguan kesehatan dan mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi risiko penularan.

Sekda Mixnon Andreas Simamora juga mengingatkan bahwa kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dilakukan ketika tubuh mulai mengalami gangguan. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat serta meminta instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap pelayanan Posyandu.

“Jangan takut melakukan MCU. Sakit itu adalah alarm yang memberi tahu ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam tubuh kita. Jika menyayangi keluarga, rutinlah mengecek kesehatan. Karena dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat,” pesannya.

Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, dr. Debora Haloho, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Influenza A Subklade H3N2 di Kabupaten Simalungun.

Meski demikian, pemantauan dan deteksi dini terus dilakukan di seluruh kecamatan, dengan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan anak-anak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang tepat.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta tenaga medis dari sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Simalungun.

Melalui penguatan koordinasi, pemantauan kesehatan, dan edukasi masyarakat, Pemkab Simalungun berharap kesiapsiagaan daerah semakin optimal. Belum ditemukannya kasus bukan alasan untuk lengah, melainkan momentum untuk memperkuat pencegahan sejak dini.

Redaksi: ANEWS-Chanel